Oleh: kusdamara | Mei 3, 2012

Khasiat Temugiring

Temu giring (Curcuma heyneana ) madalah tumbuhan tahunan dengan ketinggian bisa mencapai 2 meter. Temu giring bisa kita jumpai dikebun, hutan dan disemak-semak lainnya. Temugiring memiliki ubi yang tumbuhnya menyebar ke kiri dan kanan dengan batang yang  memanjang.

Temugiring  dalam dunia pengobatan tradisional  merupakan salah satu tanaman yang bernilai. Ubi bagian tepi umumnya memiliki rasa yang lebih pahit, sedang isi dalamnya yang berwarna kuning menyerupai kunyit dengan aroma yang khas. Temugiring merupakan obat untuk berbagai penyakit.

Temugiring termasuk jenis tanaman rempah- rempah dari famili Zingiberaceae. Sebagai tanaman obat, temugiring banyak ditanam melalui ubinya di pekarangan atau pun dikebun. Tanaman ini berbatang semu dengan tinggi tanaman hingga 2m. Daunnya berwarna hijau, berbentuk rebung dengan permukaan daun halus.
Ubi dari temugiring mengandung amilum, lemak, tanin, zat pahit serta minyak atsiri dengan kadar 0,8-3%. Masyarakat jawa khususnya jawa tengah dan jawa timur telah lama memanfaatkan tumbuhan ini sebagai obat kecantikan baik untuk luar maupun dalam yang dikenali sebagai lulur yang bermanfaat untuk menghaluskan kulit.
Temugiring bisa dijadikan bedak
 Cara pembuatan
Temugiring mentah dicuci sampai bersih, kemudian diiris tipis-tipis dengan ketebalan kira-kira 0,3 cm. Kemudia temugiring yang sudah diiris ditata sejajar di atas loyang kue kering dan selanjutnya di keringkan memakai oven atau alat pemanggang sampai benar-benar kering.
Pengeringan 1 kg temu giring yang masih mentah dan basah dapat menghasilkan kira-kira 1/4 kg temugiring kering. Untuk pembuatan bedak, temu giring kering digiling sampai halus  bisa dicampur dengan ekstrak bunga untuk mendapatkan aroma yang harum atau menurut selera, kemudian ditambahkan tepung kanji sebagai bahan tambahan.
Bahan tersebut kemudian di saring hingga menghasilkan bedak yang benar-benar halus. Untuk mendapatkan bedak halus dengan berat 100 gram diperlukan temu giring kering 125 gram dan tepung kanji  40 gram.
Untuk Pembuatan lulur dari temugiring
Untuk membuat lulur,  temugiring kering digiling sampai halus bersamaan dengan ekstrak bunga untuk menambah aroma wewangian tanpa ada penambahan tepung kanji sebagai bahan tambahan. Bahan tersebut kemudian di saring/ di ayak hingga menghasilkan butiran-butiran halus namun tidak perlu sampai sehalus seperti pada bedak.Untuk mendapatkan lulur halus dengan berat 100 gram diperlukan temu giring kering 125 gram.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: